<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
>

<channel>
	<title>.: Hasbunallah wa ni'mal wakil :.</title>
	<link>http://ninabobok.blogsome.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 07:45:57 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>
	<language>en</language>

		<item>
		<title>10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah</title>
		<link>http://ninabobok.blogsome.com/2007/12/27/10-wasiat-rasulullah-kepada-putrinya-fathimah-binti-rasulillah/</link>
		<comments>http://ninabobok.blogsome.com/2007/12/27/10-wasiat-rasulullah-kepada-putrinya-fathimah-binti-rasulillah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 07:45:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Nisa'</category>
		<guid>http://ninabobok.blogsome.com/2007/12/27/10-wasiat-rasulullah-kepada-putrinya-fathimah-binti-rasulillah/</guid>
		<description><![CDATA[	Assalaamu&#8217;alaykum,,,
	Ukhti Fillah, sebaik2 perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan &quot;perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami.&quot; (HR.Ibnu Hibbab dari Abu Hurairah)
	Ukhti ,Pagi ini aku membaca sebuah buku didalamnya terdapat 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah.
	Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p>Assalaamu&#8217;alaykum,,,</p>
	<p>Ukhti Fillah, sebaik2 perhiasan dunia adalah wanita sholehah. Dan &quot;perkara yang pertama kali ditanyakan kepada seorang wanita pada hari kiamat nanti, adalah mengenai sholat lima waktu dan ketaatannya terhadap suami.&quot; (HR.Ibnu Hibbab dari Abu Hurairah)</p>
	<p>Ukhti ,<br />Pagi ini aku membaca sebuah buku didalamnya terdapat 10 wasiat Rasulullah kepada putrinya Fathimah binti Rasulillah.</p>
	<p>Sepuluh wasiat yang beliau sampaikan merupakan mutiara yang termahal nilainya, bila kemudian dimiliki oleh setiap istri sholehah. Wasiat tsb adl:</p>
	<p>1. Ya Fathimah, kepada wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, Allah pasti akan menetapkan kebaikan baginya dari setiap biji gandum, melebur kejelekan dan meningkatkan derajat wanita itu.</p>
	<p>2. Ya Fathimah, kepada wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah menjadikan dirinya dengan neraka tujuh tabir pemisah</p>
	<p>3. Ya Fathimah, tiadalah seorang yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan mencuci pakaiannya, melainkan Allah akan menetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu org yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang</p>
	<p>4. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang menahan kebutuhan tetangganya, melainkan Allah akan menahannya dari minum telaga kautsar pada hari kiamat nanti.</p>
	<p>5. Ya Fathimah, yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhoaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridho kepadamu, maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah wahai Fathimah, kemarahan suami adalah kemurkaan Allah</p>
	<p>6. Ya Fathimah, apabila wanita mengandung, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, maka bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikitpun. Didalam kubur akan mendapat pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman sorga. Dan Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.</p>
	<p>7. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang melayani suami selama sehari semalam dengan rasa senang serta ikhlas, melainkan Allah mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya di hari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Dan Allah memberikan kepadanya pahala seratus kali beribadah haji dan umrah.</p>
	<p>8. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang tersenyum di hadapan suami, melainkan Allah memandangnya dengan pandangan penuh kasih.</p>
	<p>9. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang membentangkan alas tidur untuk suami dengan rasa senang hati, melainkan para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wannita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.</p>
	<p>10. Ya Fathimah, tiadalah wanita yang meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggot dan memotong kumisnya, serta memotong kukunya, melainkan Allah memberi minuman arak yang dikemas indah kepadanya yang didatangkan dari sungai2 sorga. Allah mempermudah sakaratul-maut baginya, serta kuburnya menjadi bagian dari taman sorga. Dan Allah menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal-mustaqim dengan selamat.</p>
	<p>Ukhti Fillah,,<br />Begitu indah menjadi wanita Dengan kelembutan dan kasihnya Dapat merubah dunia<br />Jadilah dirimu seorang wanita sholehah Agar negeri menjadi indah Karena dirimu adalah tiang negeri ini</p>
	<p>Ukhti Fillah,,<br />Tidakkah dirimu galau,<br />Melihat keadaan negeri saat ini Apa yang akan kau katakan pada anakmu kelak Saat ia bertanya mengapa negeriku seperti ini?<br />Menjadilah seorang wanita sholehah Karena esok negeri ini ditangan generasi kita</p>
	<p>Ukhti Fillah,,<br />Begitu indah menjadi istri.<br />Setiap perbuatannya merupakan pahala untukmu.<br />Lakukan dengan ikhlas karena Allah.<br />Insya Allah dunia akhirat ada ditanganmu</p>
	<p>Ukhti Fillah,,<br />Semoga Allah yang Maha baik Menjadikan kita wanita dan istri sholehah<br />Membantu dan membimbing kita untuk tetap dijalanNya&#8230;..Amiin.</p>
	<p>Wassalaamu&#8217;alaykum&#8230;&#8230;</p>
	<p>&nbsp;</p>
	<p>Diambil dari sbuah sumber</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninabobok.blogsome.com/2007/12/27/10-wasiat-rasulullah-kepada-putrinya-fathimah-binti-rasulillah/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Di Balik Kelembutan Suaramu</title>
		<link>http://ninabobok.blogsome.com/2007/12/27/di-balik-kelembutan-suaramu/</link>
		<comments>http://ninabobok.blogsome.com/2007/12/27/di-balik-kelembutan-suaramu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Dec 2007 07:43:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Nisa'</category>
		<guid>http://ninabobok.blogsome.com/2007/12/27/di-balik-kelembutan-suaramu/</guid>
		<description><![CDATA[	Di Balik Kelembutan Suaramu 
	Banyak wanita di jaman ini yang merelakan dirinya menjadi komoditi. Tidak hanya wajah dan tubuhnya yang menjadi barang dagangan, suaranya pun bisa mendatangkan banyak rupiah Ukhti Muslimah&hellip;. Suara empuk dan tawa canda seorang wanita terlalu sering kita dengarkan di sekitar kita, baik secara langsung atau lewat radio dan televisi. Terlebih lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><font color="#0000cc">Di Balik Kelembutan Suaramu</font> </p>
	<p>Banyak wanita di jaman ini yang merelakan dirinya menjadi komoditi. Tidak hanya wajah dan tubuhnya yang menjadi barang dagangan, suaranya pun bisa mendatangkan banyak rupiah Ukhti Muslimah&hellip;. Suara empuk dan tawa canda seorang wanita terlalu sering kita dengarkan di sekitar kita, baik secara langsung atau lewat radio dan televisi. Terlebih lagi bila wanita itu berprofesi sebagai penyiar atau MC karena memang termasuk modal utamanya adalah suara yang indah dan merdu. Begitu mudahnya wanita tersebut memperdengarkan suaranya yang bak buluh perindu, tanpa ada rasa takut kepada Allah Subhanahu Wa Ta&rsquo;ala. Padahal Dia telah memperingatkan: &ldquo;Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang ma&lsquo;ruf.&rdquo; (Al Ahzab: 32) </p>
	<p>Rasulullah Shallallahu &lsquo;Alaihi Wasallam juga telah bersabda : &ldquo;Wanita itu adalah aurat, apabila ia keluar rumah maka syaitan menghias-hiasinya (membuat indah dalam pandangan laki-laki sehingga ia terfitnah)&rdquo;. (HR. At Tirmidzi, dishahihkan dengan syarat Muslim oleh Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi`i dalam Ash Shahihul Musnad, 2/36). Suara merupakan bagian dari wanita sehingga suara termasuk aurat, demikian fatwa yang disampaikan Asy Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdillah Al Fauzan dan Asy Syaikh Abdullah bin Abdirrahman Al Jibrin sebagaimana dinukil dalam kitab Fatawa Al Mar&rsquo;ah Al Muslimah (1/ 431, 434) </p>
	<p>Para wanita diwajibkan untuk menjauhi setiap perkara yang dapat mengantarkan kepada fitnah. Apabila ia memperdengarkan suaranya, kemudian dengan itu terfitnahlah kaum lelaki, maka seharusnya ia menghentikan ucapannya. Oleh karena itu para wanita diperintahkan untuk tidak mengeraskan suaranya ketika bertalbiyah1. Ketika mengingatkan imam yang keliru dalam shalatnya, wanita tidak boleh memperdengarkan suaranya dengan ber-tashbih sebagaimana laki-laki, tapi cukup menepukkan tangannya, sebagaimana tuntunan Nabi Shallallahu &lsquo;Alaihi Wasallam: &ldquo;Ucapan tashbih itu untuk laki-laki sedang tepuk tangan untuk wanita&rdquo;. (HR. Al Bukhari no. 1203 dan Muslim no. 422) </p>
	<p>Demikian pula dalam masalah adzan, tidak disyariatkan bagi wanita untuk mengumandangkannya lewat menara-menara masjid karena hal itu melazimkan suara yang keras. Ketika terpaksa harus berbicara dengan laki-laki dikarenakan ada kebutuhan, wanita dilarang melembutkan dan memerdukan suaranya sebagaimana larangan Allah Subhanahu Wa Ta&rsquo;ala dalam surat Al-Ahzab di atas. Dia dibolehkan hanya berbicara seperlunya, tanpa berpanjang kata melebihi keperluan semula. Al Imam Ibnu Katsir rahimahullah u berkata dalam tafsirnya: &ldquo;Makna dari ayat ini (Al-Ahzab: 32), ia berbicara dengan laki-laki yang bukan mahramnya tanpa melembutkan suaranya, yakni tidak seperti suaranya ketika berbicara dengan suaminya.&rdquo; (Tafsir Ibnu Katsir, 3/491). Maksud penyakit dalam ayat ini adalah syahwat (nafsu/keinginan) berzina yang kadang-kadang bertambah kuat dalam hati ketika mendengar suara lembut seorang wanita atau ketika mendengar ucapan sepasang suami istri, atau yang semisalnya. </p>
	<p><font color="#0000cc">Suara wanita di radio dan telepon</font> </p>
	<p>Asy Syaikh Muhammad Shalih Al &lsquo;Utsaimin rahimahullah pernah ditanya: &ldquo;Bolehkah seorang wanita berprofesi sebagai penyiar radio, di mana ia memperdengarkan suaranya kepada laki-laki yang bukan mahramnya? Apakah seorang laki-laki boleh berbicara dengan wanita melalui pesawat telepon atau secara langsung?&rdquo; Asy Syaikh menjawab: &ldquo;Apabila seorang wanita bekerja di stasiun radio maka dapat dipastikan ia akan ikhtilath (bercampur baur) dengan kaum lelaki. Bahkan seringkali ia berdua saja dengan seorang laki-laki di ruang siaran. Yang seperti ini tidak diragukan lagi kemungkaran dan keharamannya. Telah jelas sabda Nabi Shallallahu &lsquo;Alaihi Wasallam: &ldquo;Jangan sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita.&rdquo; Ikhtilath yang seperti ini selamanya tidak akan dihalalkan. Terlebih lagi seorang wanita yang bekerja sebagai penyiar radio tentunya berusaha untuk menghiasi suaranya agar dapat memikat dan menarik. Yang demikian inipun merupakan bencana yang wajib dihindari disebabkan akan timbulnya fitnah. </p>
	<p>Adapun mendengar suara wanita melalui telepon maka hal tersebut tidaklah mengapa dan tidak dilarang untuk berbicara dengan wanita melalui telepon. Yang tidak diperbolehkan adalah berlezat-lezat (menikmati) suara tersebut atau terus-menerus berbincang-bincang dengan wanita karena ingin menikmati suaranya. Seperti inilah yang diharamkan. Namun bila hanya sekedar memberi kabar atau meminta fatwa mengenai suatu permasalahan tertentu, atau tujuan lain yang semisalnya, maka hal ini diperbolehkan. Akan tetapi apabila timbul sikap-sikap lunak dan lemah-lembut, maka bergeser menjadi haram. Walaupun seandainya tidak terjadi yang demikian ini, namun tanpa sepengetahuan si wanita, laki-laki yang mengajaknya bicara ternyata menikmati dan berlezat-lezat dengan suaranya, maka haram bagi laki-laki tersebut dan wanita itu tidak boleh melanjutkan pembicaraannya seketika ia menyadarinya. </p>
	<p>Sedangkan mengajak bicara wanita secara langsung maka tidak menjadi masalah, dengan syarat wanita tersebut berhijab dan aman dari fitnah. Misalnya wanita yang diajak bicara itu adalah orang yang telah dikenalnya, seperti istri saudara laki-lakinya (kakak/adik ipar), atau anak perempuan pamannya dan yang semisal mereka.&rdquo; (Fatawa Al Mar&lsquo;ah Al Muslimah, 1/433-434). Syaikh &lsquo;Abdullah bin &lsquo;Abdirrahman Al Jibrin menambahkan dalam fatwanya tentang permasalahan ini: &ldquo;Wajib bagi wanita untuk bicara seperlunya melalui telepon, sama saja apakah dia yang memulai menelepon atau ia hanya menjawab orang yang menghubunginya lewat telepon, karena ia dalam keadaan terpaksa dan ada faidah yang didapatkan bagi kedua belah pihak di mana keperluan bisa tersampaikan padahal tempat saling berjauhan dan terjaga dari pembicaraan yang mendalam di luar kebutuhan dan terjaga dari perkara yang menyebabkan bergeloranya syahwat salah satu dari kedua belah pihak. Namun yang lebih utama adalah meninggalkan hal tersebut kecuali pada keadaan yang sangat mendesak.&rdquo; (Fatawa Al Mar`ah, 1/435) </p>
	<p><font color="#0000cc">Laki-laki berbicara lewat telepon dengan wanita yang telah dipinangnya</font> </p>
	<p>Kenyataan yang ada di sekitar kita, bila seorang laki-laki telah meminang seorang wanita, keduanya menilai hubungan mereka telah teranggap setengah resmi sehingga apa yang sebelumnya tidak diperkenankan sekarang dibolehkan. Contoh yang paling mudah adalah masalah pembicaraan antara keduanya secara langsung ataupun lewat telepon. Si wanita memperdengarkan suaranya dengan mendayu-dayu karena menganggap sedang berbincang dengan calon suaminya, orang yang bakal menjadi kekasih hatinya. Pihak laki-laki juga demikian, menyapa dengan penuh kelembutan untuk menunjukkan dia adalah seorang laki-laki yang penuh kasih sayang. </p>
	<p>Tapi sebenarnya bagaimana timbangan syariat dalam permasalahan ini? Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjawab:&rdquo; Tidak apa-apa seorang laki-laki berbicara lewat telepon dengan wanita yang telah dipinangnya (di-khitbah-nya), apabila memang pinangannya (khitbah) telah diterima. Dan pembicaraan itu dilakukan untuk saling memberikan pengertian, sebatas kebutuhan dan tidak ada fitnah di dalamnya. Namun bila keperluan yang ada disampaikan lewat wali si wanita maka itu lebih baik dan lebih jauh dari fitnah. Adapun pembicaraan antara laki-laki dan wanita, antara pemuda dan pemudi, sekedar perkenalan (ta&lsquo;aruf) &ndash;kata mereka- sementara belum ada khithbah di antara mereka, maka ini perbuatan yang mungkar dan haram, mengajak kepada fitnah dan menjerumuskan kepada perbuatan keji. Allah Subhanahu Wa Ta&rsquo;ala telah berfirman: &ldquo;Maka janganlah kalian merendahkan suara dalam berbicara sehingga berkeinginan jeleklah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang ma&lsquo;ruf.&rdquo; (Al-Ahzab: 32) (Fatawa Al Mar&lsquo;ah, 2/605) </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninabobok.blogsome.com/2007/12/27/di-balik-kelembutan-suaramu/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>Dibuka Pendaftaran Santri Baru Ma&#8217;had &#8220;Al-Qonitat&#8221; Surabaya</title>
		<link>http://ninabobok.blogsome.com/2007/10/06/dibuka-pendaftaran-santri-baru-mahad-al-qonitat-surabaya/</link>
		<comments>http://ninabobok.blogsome.com/2007/10/06/dibuka-pendaftaran-santri-baru-mahad-al-qonitat-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 02:55:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>woro-woro</category>
		<guid>http://ninabobok.blogsome.com/2007/10/06/dibuka-pendaftaran-santri-baru-mahad-al-qonitat-surabaya/</guid>
		<description><![CDATA[	Ma&#8217;had Al Qonitat
	Menerima pendaftaran santri baru, akhowat2 mahasiswa/alumni untuk program:1. Tahfidz Al-Qur&#8217;an (menghafal Al-Quran)2. Tahsin Al-Qur&#8217;an (memperbagus bacaan dengan metode tilawati)3. Berbahasa Arab (tingkat pemula/dasar)4. Dirosah Islamiyah (aqidah, hadist, tafsir, fiqh nisa)&nbsp;Gratis!&nbsp;Persyaratan:1. Akhowat, usia 18-35 tahun2. Bisa membaca Al-Qur&#8217;an3. Bersedia istiqomah dalam belajar4. Bersedia mematuhi aturan ma&#8217;had/ponpes&nbsp;Waktu Belajar:1. Tahfidz Al-Qur&#8217;an (hari Selasa, Kamis, Sabtu jam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><span><strong><span>Ma&#8217;had Al Qonitat</span></strong></span></p>
	<p><span><strong><span>Menerima pendaftaran santri baru, akhowat2 mahasiswa/alumni untuk program:<br />1. Tahfidz Al-Qur&#8217;an (menghafal Al-Quran)<br />2. Tahsin Al-Qur&#8217;an (memperbagus bacaan dengan metode tilawati)<br />3. Berbahasa Arab (tingkat pemula/dasar)<br />4. Dirosah Islamiyah (aqidah, hadist, tafsir, fiqh nisa)<br />&nbsp;<br />Gratis!<br />&nbsp;<br />Persyaratan:<br />1. Akhowat, usia 18-35 tahun<br />2. Bisa membaca Al-Qur&#8217;an<br />3. Bersedia istiqomah dalam belajar<br />4. Bersedia mematuhi aturan ma&#8217;had/ponpes<br />&nbsp;<br />Waktu Belajar:<br />1. Tahfidz Al-Qur&#8217;an (hari Selasa, Kamis, Sabtu jam 05.30-06.30 WIB atau 16.00-17.00 WIB)<br />2. Tilawati (hari Selasa, Kamis, Sabtu jam 06.30-07.30 WIB)<br />3. Bahasa Arab (jadwal menyusul)<br />4. Dirosah Islamiyah (jadwal menyusul)<br />&nbsp;<br />Keterangan lebih lanjut hubungi : Ummu Anisa (031-72070710)<br />Alamat : Kejawan Putih Tambak Gang 7 Baru No.6<br />(Depan Perumahan Laguna Indah/Pakuwon City/Timur Kampus ITS Keputih Surabaya)</span></strong></span>
</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninabobok.blogsome.com/2007/10/06/dibuka-pendaftaran-santri-baru-mahad-al-qonitat-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>DAUROH 10 HARI TERAKHIR BULAN RAMADHAN 1428 H</title>
		<link>http://ninabobok.blogsome.com/2007/10/06/3/</link>
		<comments>http://ninabobok.blogsome.com/2007/10/06/3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Oct 2007 02:52:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>woro-woro</category>
		<guid>http://ninabobok.blogsome.com/2007/10/06/3/</guid>
		<description><![CDATA[	DAUROH 10 HARI TERAKHIR BULAN RAMADHAN 1428 H
	IKutilah &#8230;.
	Daurah Ramadhan 10 hari terakhir21-29 Ramadhan 1428 H/ 2-11 Oktober 2007 M 
	PEMATERI :&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Ust Mubarak Bamuallim Lc&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Ust Salim bin Ali Ghanim Lc&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Ust Abdurrahman bin Thoyyib Lc&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Ust Imam Wahyudi Lc&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Ust Muhammad Sulhan Lc&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Ust Abdurrahman Hadi Lc
	MATERI [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<p><strong><font color="#000099">DAUROH 10 HARI TERAKHIR BULAN RAMADHAN 1428 H</font></strong></p>
	<p>IKutilah &#8230;.</p>
	<p>Daurah Ramadhan 10 hari terakhir<br />21-29 Ramadhan 1428 H/ 2-11 Oktober 2007 M </p>
	<p>PEMATERI :<br />&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Ust Mubarak Bamuallim Lc<br />&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Ust Salim bin Ali Ghanim Lc<br />&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Ust Abdurrahman bin Thoyyib Lc<br />&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Ust Imam Wahyudi Lc<br />&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Ust Muhammad Sulhan Lc<br />&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Ust Abdurrahman Hadi Lc</p>
	<p>MATERI :<br />&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Aqidah<br />&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Ibadah<br />&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Akhlak<br />&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Manhaj</p>
	<p>FASILITAS :<br />&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Buka Puasa dan Sahur<br />&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Akan mendapatkan gratis majalah Adz-Dzakhiirah<br />&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Diskon 30 % untuk MP 3 Daurah<br />&nbsp;&nbsp;&nbsp; * Dll</p>
	<p>Hanya ada di Masjid Darul Hijrah Mahad Ali Al-Irsyad As-salafi Surabaya Jalan Sidotopo Kidul No 51 Surabaya<br />AKHOWAT DISEDIAKAN TEMPAT<br />CONTACT PERSON : 031-7271-3648, 081-3185-60548, 081-5408-51703</p>
	<p>DAN DILAKSANAKAN JUGA SHALAT MALAM 10 HARI TERAKHIR DIMULAI JAM 24.00 WIB BERSAMA IMAM USTAD MUBARAK BAMUALLIM DI AREA (HALAMAN ) LOKASI MAHAD ALI AL-IRSYAD AS-SALAFI SURABAYA </p>
	<p>sumber : </p>
	<p><a href="http://www.mahad.info/?pilih=lihat&#038;id=41">http://www.mahad.info/?pilih=lihat&amp;id=41</a></p>
	<p><img src="http://www.mahad.info/images/masjid-1.jpg" border="0" /></p>
	<p>&nbsp;</p>
	<p><img src="http://www.mahad.info/images/masjid2.jpg" border="0" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninabobok.blogsome.com/2007/10/06/3/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
		<item>
		<title>* KEUTAMAAN HARI JUM&#8217;AT *</title>
		<link>http://ninabobok.blogsome.com/2007/09/04/keutamaan-hari-jumat/</link>
		<comments>http://ninabobok.blogsome.com/2007/09/04/keutamaan-hari-jumat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Sep 2007 09:49:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
		
	<category>Hadits Of The Day</category>
		<guid>http://ninabobok.blogsome.com/2007/09/04/keutamaan-hari-jumat/</guid>
		<description><![CDATA[	
Dari Abu Hurairah dan Hudzaifah ra. &rdquo;Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda, &rdquo;Allah menyesatkan dari hari jum&rsquo;at orang-orang sebelum kita, maka untuk yahudi hari sabtu, bagi nashoro hari ahad. Lalu Allah mendatangkan kita dan menunjuki kita kepada hari jum&rsquo;at. Dia menjadikan jum&rsquo;at, sabtu, dan Ahad. Demikian juga, mereka akan mengikuti kita pada hari kiamat. Kita yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[	<ol>
<li>Dari Abu Hurairah dan Hudzaifah ra. &rdquo;Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda, &rdquo;Allah menyesatkan dari hari jum&rsquo;at orang-orang sebelum kita, maka untuk yahudi hari sabtu, bagi nashoro hari ahad. Lalu Allah mendatangkan kita dan menunjuki kita kepada hari jum&rsquo;at. Dia menjadikan jum&rsquo;at, sabtu, dan Ahad. Demikian juga, mereka akan mengikuti kita pada hari kiamat. Kita yang terakhir dari penduduk dunia, dan yang pertama pada hari kiamat. Orang-orang yang akan diputus sebelum manusia-manusia lainnya.&rdquo; [HR. Muslim no 856, An Nasa&rsquo;i no 3/87, dan Ibnu Majah no 1083]</li>
	<li>Dalam kitab al Musnad dan as Sunan, dari hadits Aus bin Aus, dari Nabi Muhammad Shallallahu &#8216;alaihi wasallam, &rdquo;hari kalian yang paling utama adalah hari jum&rsquo;at, padanya Allah menciptakan Adam, padanya diwafatkan, padanya terjadi tiupan sangkakala, dan padanya terjadi kematian semua makhluk. Perbanyaklah shalawat untukku pada hari itu. Sesungguhnya shalawat kalian diajukan padaku&rdquo;. Para shahabat bertanya, &rdquo;wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami diajukan padamu sementara engkau telah binasa&rdquo; (yakni hancur). Beliau bersabda, &rdquo;sesungguhnya ALLAH mengharamkan atas bumi memakan jasad-jasad para nabi&rdquo; [HR. Ahmad, abu dawud, An Nasa&rsquo;i, Ibnu Majah]</li>
	<li>Dari Abu hurairah, Rasullullah Shallallahu &#8216;alaihi wasallam bersabda, &rdquo;Sebaik-baik hari yang terbit padanya matahari adalah hari jum&rsquo;at, padanya Allah menciptakan Adam, padanya dimasukkan ke syurga, dan padanya pula dikeluakan darinya. Hari kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari jum&rsquo;at&rdquo; [HR. tirmidzi]</li>
</ol>
	<p>Wallahu &#8216;alam</p>
	<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninabobok.blogsome.com/2007/09/04/keutamaan-hari-jumat/feed/</wfw:commentRss>
	</item>
	</channel>
</rss>
